Wednesday, November 5, 2008

love story


Laila Majnun

Alkisah, seorang kepala suku Bani Umar di Jazirah Arab memiIiki segala macam yang diinginkan orang, kecuali satu hal bahwa ia tak punya seorang anakpun. Tabib-tabib di desa itu menganjurkan berbagai macam ramuan dan obat, tetapi tidak berhasil. Ketika semua usaha tampak tak berhasil, istrinya menyarankan agar mereka berdua bersujud di hadapan Tuhan dan dengan tulus memohon kepada Allah swt memberikan anugerah kepada mereka berdua. “Mengapa tidak?” jawab sang kepala suku. “Kita telah mencoba berbagai macam cara. Mari, kita coba sekali lagi, tak ada ruginya.”

Mereka pun bersujud kepada Tuhan, sambil berurai air mata dari relung hati mereka yang terluka. “Wahai Segala Kekasih, jangan biarkan pohon kami tak berbuah. Izinkan kami merasakan manisnya menimang anak dalam pelukan kami. Anugerahkan kepada kami tanggung jawab untuk membesarkan seorang manusia yang baik. Berikan kesempatan kepada kami untuk membuat-Mu bangga akan anak kami.”

Tak lama kemudian, doa mereka dikabulkan, dan Tuhan menganugerahi mereka seorang anak laki-laki yang diberi nama Qais. Sang ayah sangat berbahagia, sebab Qais dicintai oleh semua orang. Ia tampan, bermata besar, dan berambut hitam, yang menjadi pusat perhatian dan kekaguman. Sejak awal, Qais telahmemperlihatkan kecerdasan dan kemampuan fisik istimewa. Ia punya bakat luar biasa dalam mempelajari seni berperang dan memainkan musik, menggubah syair dan melukis.

Ketika sudah cukup umur untuk masuk sekolah, ayahnya memutuskan membangun sebuah sekolah yang indah dengan guru-guru terbaik di Arab yang mengajar di sana , dan hanya beberapa anak saja yang belajar di situ. Anak-anak lelaki dan perempuan dan keluarga terpandang di seluruh jazirah Arab belajar di sekolah baru ini.

Di antara mereka ada seorang anak perempuan dari kepala suku tetangga. Seorang gadis bermata indah, yang memiliki kecantikan luar biasa. Rambut dan matanya sehitam malam; karena alasan inilah mereka menyebutnya Laila-”Sang Malam”. Meski ia baru berusia dua belas tahun, sudah banyak pria melamarnya untuk dinikahi, sebab-sebagaimana lazimnya kebiasaan di zaman itu, gadis-gadis sering dilamar pada usia yang masih sangat muda, yakni sembilan tahun.

Laila dan Qais adalah teman sekelas. Sejak hari pertama masuk sekolah, mereka sudah saling tertarik satu sama lain. Seiring dengan berlalunya waktu, percikan ketertarikan ini makin lama menjadi api cinta yang membara. Bagi mereka berdua, sekolah bukan lagi tempat belajar. Kini, sekolah menjadi tempat mereka saling bertemu. Ketika guru sedang mengajar, mereka saling berpandangan. Ketika tiba
waktunya menulis pelajaran, mereka justru saling menulis namanya di atas kertas. Bagi mereka berdua, tak ada teman atau kesenangan lainnya. Dunia kini hanyalah milik Qais dan Laila.

Mereka buta dan tuli pada yang lainnya. Sedikit demi sedikit, orang-orang mulai mengetahui cinta mereka, dan gunjingan-gunjingan pun mulai terdengar. Di zaman itu, tidaklah pantas seorang gadis dikenal sebagai sasaran cinta seseorang dan sudah pasti mereka tidak akan menanggapinya. Ketika orang-tua Laila mendengar bisik-bisik tentang anak gadis mereka, mereka pun melarangnya pergi ke sekolah. Mereka tak sanggup lagi menahan beban malu pada masyarakat sekitar.

Ketika Laila tidak ada di ruang kelas, Qais menjadi sangat gelisah sehingga ia meninggalkan sekolah dan menyelusuri jalan-jalan untuk mencari kekasihnya dengan memanggil-manggil namanya. Ia menggubah syair untuknya dan membacakannya di jalan-jalan. Ia hanya berbicara tentang Laila dan tidak juga menjawab pertanyaan orang-orang kecuali bila mereka bertanya tentang Laila. Orang-orang pun tertawa dan berkata, ” Lihatlah Qais , ia sekarang telah menjadi seorang majnun, gila!”

Akhirnya, Qais dikenal dengan nama ini, yakni “Majnun”. Melihat orang-orang dan mendengarkan mereka berbicara membuat Majnun tidak tahan. Ia hanya ingin melihat dan berjumpa dengan Laila kekasihnya. Ia tahu bahwa Laila telah dipingit oleh orang tuanya di rumah, yang dengan bijaksana menyadari bahwa jika Laila dibiarkan bebas bepergian, ia pasti akan menjumpai Majnun. Majnun menemukan sebuah tempat di puncak bukit dekat desa Laila dan membangun sebuah gubuk untuk dirinya yang menghadap rumah Laila. Sepanjang hari Majnun
duduk-duduk di depan gubuknya, disamping sungai kecil berkelok yang mengalir ke bawah menuju desa itu. Ia berbicara kepada air, menghanyutkan dedaunan bunga liar, dan Majnun merasa yakin bahwa sungai itu akan menyampaikan pesan cintanya kepada Laila. Ia menyapa burung-burung dan meminta mereka untuk terbang kepada Laila serta memberitahunya bahwa ia dekat.

Ia menghirup angin dari barat yang melewati desa Laila. Jika kebetulan ada seekor anjing tersesat yang berasal dari desa Laila, ia pun memberinya makan dan merawatnya, mencintainya seolah-olah anjing suci, menghormatinya dan menjaganya sampai tiba saatnya anjing itu pergi jika memang mau demikian. Segala sesuatu yang berasal dari tempat kekasihnya dikasihi dan disayangi sama seperti kekasihnya sendiri.

Bulan demi bulan berlalu dan Majnun tidak menemukan jejak Laila. Kerinduannya kepada Laila demikian besar sehingga ia merasa tidak bisa hidup sehari pun tanpa melihatnya kembali. Terkadang sahabat-sahabatnya di sekolah dulu datang mengunjunginya, tetapi ia berbicara kepada mereka hanya tentang Laila, tentang betapa ia sangat kehilangan dirinya.

Suatu hari, tiga anak laki-laki, sahabatnya yang datang mengunjunginya demikian terharu oleh penderitaan dan kepedihan Majnun sehingga mereka bertekad embantunya untuk berjumpa kembali dengan Laila. Rencana mereka sangat cerdik. Esoknya, mereka dan Majnun mendekati rumah Laila dengan menyamar sebagai wanita. Dengan mudah mereka melewati wanita-wanita pembantu dirumah Laila dan berhasil masuk ke pintu kamarnya.

Majnun masuk ke kamar, sementara yang lain berada di luar berjaga-jaga. Sejak ia berhenti masuk sekolah, Laila tidak melakukan apapun kecuali memikirkan Qais. Yang cukup mengherankan, setiap kali ia mendengar burung-burung berkicau dari jendela atau angin berhembus semilir, ia memejamkan.matanya sembari membayangkan bahwa ia mendengar suara Qais didalamnya. Ia akan mengambil dedaunan dan bunga yang dibawa oleh angin atau sungai dan tahu bahwa semuanya itu berasal dari Qais. Hanya saja, ia tak pernah berbicara kepada siapa pun, bahkan juga kepada sahabat-sahabat terbaiknya, tentang cintanya.

Pada hari ketika Majnun masuk ke kamar Laila, ia merasakan kehadiran dan kedatangannya. Ia mengenakan pakaian sutra yang sangat bagus dan indah. Rambutnya dibiarkan lepas tergerai dan disisir dengan rapi di sekitar bahunya. Matanya diberi celak hitam, sebagaimana kebiasaan wanita Arab, dengan bedak hitam yang disebut surmeh. Bibirnya diberi lipstick merah, dan pipinya yang kemerah-merahan tampak menyala serta menampakkan kegembiraannya. Ia duduk di depan pintu dan menunggu.

Ketika Majnun masuk, Laila tetap duduk. Sekalipun sudah diberitahu bahwa Majnun akan datang, ia tidak percaya bahwa pertemuan itu benar-benar terjadi.
Majnun berdiri di pintu selama beberapa menit, memandangi, sepuas-puasnya wajah
Laila. Akhirnya, mereka bersama lagi! Tak terdengar sepatah kata pun, kecuali
detak jantung kedua orang yang dimabuk cinta ini. Mereka saling berpandangan dan
lupa waktu.

Salah seorang wanita pembantu di rumah itu melihat sahabat-sahabat Majnun di
luar kamar tuan putrinya. Ia mulai curiga dan memberi isyarat kepada salah
seorang pengawal. Namun, ketika ibu Laila datang menyelidiki, Majnun dan
kawan-kawannya sudah jauh pergi. Sesudah orang-tuanya bertanya kepada Laila,
maka tidak sulit bagi mereka mengetahui apa yang telah terjadi. Kebisuan dan
kebahagiaan yang terpancar dimatanya menceritakan segala sesuatunya.

Sesudah terjadi peristiwa itu, ayah Laila menempatkan para pengawal di setiap
pintu di rumahnya. Tidak ada jalan lain bagi Majnun untuk menghampiri rumah
Laila, bahkan
dari kejauhan sekalipun. Akan tetapi jika ayahnya berpikiran bahwa, dengan
bertindak hati-hati ini ia bisa mengubah perasaan Laila dan Majnun, satu sama
lain, sungguh ia salah besar.

Ketika ayah Majnun tahu tentang peristiwa di rumah Laila, ia memutuskan untuk
mengakhiri drama itu dengan melamar Laila untuk anaknya. Ia menyiapkan sebuah
kafilah penuh dengan hadiah dan mengirimkannya ke desa Laila. Sang tamu pun
disambut dengan sangat baik, dan kedua kepala suku itu berbincang-bincang
tentang kebahagiaan anak-anak mereka. Ayah Majnun lebih dulu berkata, “Engkau
tahu benar, kawan, bahwa ada dua hal yang sangat penting bagi kebahagiaan, yaitu
“Cinta dan Kekayaan”.

Anak lelakiku mencintai anak perempuanmu, dan aku bisa memastikan bahwa aku
sanggup memberi mereka cukup banyak uang untuk mengarungi kehidupan yang bahagia
dan menyenangkan. Mendengar hal itu, ayah Laila pun menjawab, “Bukannya aku
menolak Qais. Aku percaya kepadamu, sebab engkau pastilah seorang mulia dan
terhormat,” jawab ayah Laila. “Akan tetapi, engkau tidak bisa menyalahkanku
kalau aku berhati-hati dengan anakmu. Semua orang tahu perilaku abnormalnya.
Ia berpakaian seperti seorang pengemis. Ia pasti sudah lama tidak mandi dan
iapun hidup bersama hewan-hewan dan menjauhi orang banyak. “Tolong katakan
kawan, jika engkau punya anak perempuan dan engkau berada dalam posisiku,
akankah engkau memberikan anak perempuanmu kepada anakku?”

Ayah Qais tak dapat membantah. Apa yang bisa dikatakannya? Padahal, dulu
anaknya adalah teladan utama bagi kawan-kawan sebayanya? Dahulu Qais adalah anak
yang paling cerdas dan berbakat di seantero Arab? Tentu saja, tidak ada yang
dapat dikatakannya. Bahkan, sang ayahnya sendiri susah untuk mempercayainya.
Sudah lama orang tidak mendengar ucapan bermakna dari Majnun. “Aku tidak akan
diam berpangku tangan dan melihat anakku menghancurkan dirinya sendiri,”
pikirnya. “Aku harus melakukan sesuatu.”

Ketika ayah Majnun kembali pulang, ia menjemput anaknya, Ia mengadakan pesta
makan malam untuk menghormati anaknya. Dalam jamuan pesta makan malam itu,
gadis-gadis tercantik di seluruh negeri pun diundang. Mereka pasti bisa
mengalihkan perhatian Majnun dari Laila, pikir ayahnya. Di pesta itu, Majnun
diam dan tidak mempedulikan tamu-tamu lainnya. Ia duduk di sebuah sudut ruangan
sambil melihat gadis-gadis itu hanya untuk mencari pada diri mereka berbagai
kesamaan dengan yang dimiliki Laila.

Seorang gadis mengenakan pakaian yang sama dengan milik Laila; yang lainnya
punya rambut panjang seperti Laila, dan yang lainnya lagi punya senyum mirip
Laila. Namun, tak ada seorang gadis pun yang benar-benar mirip dengannya,
Malahan, tak ada seorang pun yang memiliki separuh kecantikan Laila. Pesta itu
hanya menambah kepedihan perasaan Majnun saja kepada kekasihnya. Ia pun berang
dan marah serta menyalahkan setiap orang di pesta itu lantaran berusaha
mengelabuinya.

Dengan berurai air mata, Majnun menuduh orang-tuanya dan sahabat-sahabatnya
sebagai berlaku kasar dan kejam kepadanya. Ia menangis sedemikian hebat hingga
akhirnya jatuh ke lantai dalam keadaan pingsan. Sesudah terjadi petaka ini,
ayahnya memutuskan agar Qais dikirim untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah
dengan harapan bahwa Allah akan merahmatinya dan membebaskannya dari cinta yang
menghancurkan ini.

Di Makkah, untuk menyenangkan ayahnya, Majnun bersujud di depan altar Kabah,
tetapi apa yang ia mohonkan? “Wahai Yang Maha Pengasih, Raja Diraja Para
Pecinta, Engkau yang menganugerahkan cinta, aku hanya mohon kepada-Mu satu hal
saja,”Tinggikanlah cintaku sedemikian rupa sehingga, sekalipun aku binasa,
cintaku dan kekasihku tetap hidup.” Ayahnya kemudian tahu bahwa tak ada lagi
yang bisa ia lakukan untuk anaknya.

Usai menunaikan ibadah haji, Majnun yang tidak mau lagi bergaul dengan orang
banyak di desanya, pergi ke pegunungan tanpa memberitahu di mana ia berada. Ia
tidak kembali ke gubuknya. Alih-alih tinggal dirumah, ia memilih tinggal
direruntuhan sebuah bangunan tua yang terasing dari masyarakat dan tinggal
didalamnya. Sesudah itu, tak ada seorang pun yang mendengar kabar tentang
Majnun. Orang-tuanya mengirim segenap sahabat dan keluarganya untuk mencarinya.
Namun, tak seorang pun berhasil menemukannya. Banyak orang berkesimpulan bahwa
Majnun dibunuh oleh binatang-binatang gurun sahara. Ia bagai hilang ditelan
bumi.

Suatu hari, seorang musafir melewati reruntuhan bangunan itu dan melihat ada
sesosok aneh yang duduk di salah sebuah tembok yang hancur. Seorang liar dengan
rambut panjang hingga ke bahu, jenggotnya panjang dan acak-acakan, bajunya
compang-camping dan kumal. Ketika sang musafir mengucapkan salam dan tidak
beroleh jawaban, ia mendekatinya. Ia melihat ada seekor serigala tidur di
kakinya. “Hus” katanya, ‘Jangan bangunkan sahabatku.” Kemudian, ia mengedarkan
pandangan ke arah kejauhan.

Sang musafir pun duduk di situ dengan tenang. Ia menunggu dan ingin tahu apa
yang akan terjadi. Akhimya, orang liar itu berbicara. Segera saja ia pun tahu
bahwa ini adalah Majnun yang terkenal itu, yang berbagai macam perilaku anehnya
dibicarakan orang di seluruh jazirah Arab. Tampaknya, Majnun tidak kesulitan
menyesuaikan diri dengan kehidupan dengan binatang-binatang buas dan liar. Dalam
kenyataannya, ia sudah menyesuaikan diri dengan sangat baik sehingga
lumrah-lumrah saja melihat dirinya sebagai bagian dari kehidupan liar dan buas
itu.

Berbagai macam binatang tertarik kepadanya, karena secara naluri mengetahui
bahwa Majnun tidak akan mencelakakan mereka. Bahkan, binatang-binatang buas
seperti serigala sekalipun percaya pada kebaikan dan kasih sayang Majnun. Sang
musafir itu mendengarkan Majnun melantunkan berbagai kidung pujiannya pada
Laila. Mereka berbagi sepotong roti yang diberikan olehnya. Kemudian, sang
musafir itu pergi dan melanjutkan petjalanannya.

Ketika tiba di desa Majnun, ia menuturkan kisahnya pada orang-orang. Akhimya,
sang kepala suku, ayah Majnun, mendengar berita itu. Ia mengundang sang musafir
ke rumahnya dan meminta keteransran rinci darinya. Merasa sangat gembira dan
bahagia bahwa Majnun masih hidup, ayahnya pergi ke gurun sahara untuk
menjemputnya.

Ketika melihat reruntuhan bangunan yang dilukiskan oleh sang musafir itu, ayah
Majnun dicekam oleh emosi dan kesedihan yang luar biasa. Betapa tidak! Anaknya
terjerembab dalam keadaan mengenaskan seperti ini. “Ya Tuhanku, aku mohon agar
Engkau menyelamatkan anakku dan mengembalikannya ke keluarga kami,” jerit sang
ayah menyayat hati. Majnun mendengar doa ayahnya dan segera keluar dari tempat
persembunyiannya. Dengan bersimpuh dibawah kaki ayahnya, ia pun menangis, “Wahai
ayah, ampunilah aku atas segala kepedihan yang kutimbulkan pada dirimu. Tolong
lupakan bahwa engkau pernah mempunyai seorang anak, sebab ini akan meringankan
beban kesedihan ayah. Ini sudah nasibku mencinta, dan hidup hanya untuk
mencinta.” Ayah dan anak pun saling berpelukan dan menangis. Inilah pertemuan
terakhir mereka.

Keluarga Laila menyalahkan ayah Laila lantaran salah dan gagal menangani
situasi putrinya. Mereka yakin bahwa peristiwa itu telah mempermalukan seluruh
keluarga. Karenanya, orangtua Laila memingitnya dalam kamamya. Beberapa sahabat
Laila diizinkan untuk mengunjunginya, tetapi ia tidak ingin ditemani. Ia
berpaling kedalam hatinya, memelihara api cinta yang membakar dalam kalbunya.
Untuk mengungkapkan segenap perasaannya yang terdalam, ia menulis dan menggubah
syair kepada kekasihnya pada potongan-potongan kertas kecil. Kemudian, ketika ia
diperbolehkan menyendiri di taman, ia pun menerbangkan potongan-potongan kertas
kecil ini dalam hembusan angin. Orang-orang yang menemukan syair-syair dalam
potongan-potongan kertas kecil itu membawanya kepada Majnun. Dengan cara
demikian, dua kekasih itu masih bisa menjalin hubungan.

Karena Majnun sangat terkenal di seluruh negeri, banyak orang datang
mengunjunginya. Namun, mereka hanya berkunjung sebentar saja, karena mereka tahu
bahwa Majnun tidak kuat lama dikunjungi banyak orang. Mereka mendengarkannya
melantunkan syair-syair indah dan memainkan serulingnya dengan sangat memukau.

Sebagian orang merasa iba kepadanya; sebagian lagi hanya sekadar ingin tahu
tentang kisahnya. Akan tetapi, setiap orang mampu merasakan kedalaman cinta dan
kasih sayangnya kepada semua makhluk. Salah seorang dari pengunjung itu adalah
seorang ksatria gagah berani bernama ‘Amar, yang berjumpa dengan Majnun dalam
perjalanannya menuju Mekah. Meskipun ia sudah mendengar kisah cinta yang sangat
terkenal itu di kotanya, ia ingin sekali mendengarnya dari mulut Majnun sendiri.

Drama kisah tragis itu membuatnya sedemikian pilu dan sedih sehingga ia
bersumpah dan bertekad melakukan apa saja yang mungkin untuk mempersatukan dua
kekasih itu, meskipun ini berarti menghancurkan orang-orang yang menghalanginya!
Kaetika Amr kembali ke kota kelahirannya, Ia pun menghimpun pasukannya. Pasukan
ini berangkat menuju desa Laila dan menggempur suku di sana tanpa ampun. Banyak
orang yang terbunuh atau terluka.

Ketika pasukan ‘Amr hampir memenangkan pertempuran, ayah Laila mengirimkan
pesan kepada ‘Amr, “Jika engkau atau salah seorang dari prajuritmu menginginkan
putriku, aku akan menyerahkannya tanpa melawan. Bahkan, jika engkau ingin
membunuhnya, aku tidak keberatan. Namun, ada satu hal yang tidak akan pernah
bisa kuterima, jangan minta aku untuk memberikan putriku pada orang gila itu”.
Majnun mendengar pertempuran itu hingga ia bergegas kesana. Di medan
pertempuran, Majnun pergi ke sana kemari dengan bebas di antara para prajurit
dan menghampiri orang-orang yang terluka dari suku Laila. Ia merawat mereka
dengan penuh perhatian dan melakukan apa saja untuk meringankan luka mereka.

Amr pun merasa heran kepada Majnun, ketika ia meminta penjelasan ihwal mengapa
ia membantu pasukan musuh, Majnun menjawab, “Orang-orang ini berasal dari desa
kekasihku. Bagaimana mungkin aku bisa menjadi musuh mereka?” Karena sedemikian
bersimpati kepada Majnun, ‘Amr sama sekali tidak bisa memahami hal ini. Apa yang
dikatakan ayah Laila tentang orang gila ini akhirnya membuatnya sadar. Ia pun
memerintahkan pasukannya untuk mundur dan segera meninggalkan desa itu tanpa
mengucapkan sepatah kata pun kepada Majnun.

Laila semakin merana dalam penjara kamarnya sendiri. Satu-satunya yang bisa ia
nikmati adalah berjalan-jalan di taman bunganya. Suatu hari, dalam perjalanannya
menuju taman, Ibn Salam, seorang bangsawan kaya dan berkuasa, melihat Laila dan
serta-merta jatuh cinta kepadanya. Tanpa menunda-nunda lagi, ia segera mencari
ayah Laila. Merasa lelah dan sedih hati karena pertempuran yang baru saja
menimbulkan banyak orang terluka di pihaknya, ayah Laila pun menyetujui
perkawinan itu.

Tentu saja, Laila menolak keras. Ia mengatakan kepada ayahnya, “Aku lebih
senang mati ketimbang kawin dengan orang itu.” Akan tetapi, tangisan dan
permohonannya tidak digubris. Lantas ia mendatangi ibunya, tetapi sama saja
keadaannya. Perkawinan pun berlangsung dalam waktu singkat. Orangtua Laila
merasa lega bahwa seluruh cobaan berat akhirnya berakhir juga.

Akan tetapi, Laila menegaskan kepada suaminya bahwa ia tidak pernah bisa
mencintainya. “Aku tidak akan pernah menjadi seorang istri,” katanya. “Karena
itu, jangan membuang-buang waktumu. Carilah seorang istri yang lain. Aku yakin,
masih ada banyak wanita yang bisa membuatmu bahagia.” Sekalipun mendengar
kata-kata dingin ini, Ibn Salam percaya bahwa, sesudah hidup bersamanya beberapa
waktu larnanya, pada akhirnya Laila pasti akan menerimanya. Ia tidak mau memaksa
Laila, melainkan menunggunya untuk datang kepadanya.

Ketika kabar tentang perkawinan Laila terdengar oleh Majnun, ia menangis dan
meratap selama berhari-hari. Ia melantunkan lagu-Iagu yang demikian menyayat
hati dan mengharu biru kalbu sehingga semua orang yang mendengarnya pun ikut
menangis. Derita dan kepedihannya begitu berat sehingga binatang-binatang yang
berkumpul di sekelilinginya pun turut bersedih dan menangis. Namun, kesedihannya
ini tak berlangsung lama, sebab tiba-tiba Majnun merasakan kedamaian dan
ketenangan batin yang aneh. Seolah-olah tak terjadi apa-apa, ia pun terus
tinggal di reruntuhan itu. Perasaannya kepada Laila tidak berubah dan malah
menjadi semakin lebih dalam lagi.

Dengan penuh ketulusan, Majnun menyampaikan ucapan selamat kepada Laila atas
perkawinannya: “Semoga kalian berdua selalu berbahagia di dunia ini. Aku hanya
meminta satu hal sebagai tanda cintamu, janganlah engkau lupakan namaku,
sekalipun engkau telah memilih orang lain sebagai pendampingmu. Janganlah pernah
lupa bahwa ada seseorang yang, meskipun tubuhnya hancur berkeping-keping, hanya
akan memanggil-manggil namamu, Laila”.

Sebagai jawabannya, Laila mengirimkan sebuah anting-anting sebagai tanda
pengabdian tradisional. Dalam surat yang disertakannya, ia mengatakan, “Dalam
hidupku, aku tidak bisa melupakanmu barang sesaat pun. Kupendam cintaku demikian
lama, tanpa mampu menceritakannya kepada siapapun. Engkau memaklumkan cintamu
ke seluruh dunia, sementara aku membakarnya di dalam hatiku, dan engkau
membakar segala sesuatu yang ada di sekelilingmu” . “Kini, aku harus
menghabiskan hidupku dengan seseorang, padahal segenap jiwaku menjadi milik
orang lain. Katakan kepadaku, kasih, mana di antara kita yang lebih dimabuk
cinta, engkau ataukah aku?.

Tahun demi tahun berlalu, dan orang-tua Majnun pun meninggal dunia. Ia tetap
tinggal di reruntuhan bangunan itu dan merasa lebih kesepian ketimbang
sebelumnya. Di siang hari, ia mengarungi gurun sahara bersama sahabat-sahabat
binatangnya. Di malam hari, ia memainkan serulingnya dan melantunkan
syair-syairnya kepada berbagai binatang buas yang kini menjadi satu-satunya
pendengarnya. Ia menulis syair-syair untuk Laila dengan ranting di atas tanah.
Selang beberapa lama, karena terbiasa dengan cara hidup aneh ini, ia mencapai
kedamaian dan ketenangan sedemikian rupa sehingga tak ada sesuatu pun yang
sanggup mengusik dan mengganggunya.

Sebaliknya, Laila tetap setia pada cintanya. Ibn Salam tidak pernah berhasil
mendekatinya. Kendatipun ia hidup bersama Laila, ia tetap jauh darinya. Berlian
dan hadiah-hadiah mahal tak mampu membuat Laila berbakti kepadanya. Ibn Salam
sudah tidak sanggup lagi merebut kepercayaan dari istrinya. Hidupnya serasa
pahit dan sia-sia. Ia tidak menemukan ketenangan dan kedamaian di rumahnya.
Laila dan Ibn Salam adalah dua orang asing dan mereka tak pernah merasakan
hubungan suami istri. Malahan, ia tidak bisa berbagi kabar tentang dunia luar
dengan Laila.

Tak sepatah kata pun pernah terdengar dari bibir Laila, kecuali bila ia
ditanya. Pertanyaan ini pun dijawabnya dengan sekadarnya saja dan sangat
singkat. Ketika akhirnya Ibn Salam jatuh sakit, ia tidak kuasa bertahan, sebab
hidupnya tidak menjanjikan harapan lagi. Akibatnya, pada suatu pagi di musim
panas, ia pun meninggal dunia. Kematian suaminya tampaknya makin mengaduk-ngaduk
perasaan Laila. Orang-orang mengira bahwa ia berkabung atas kematian Ibn Salam,
padahal sesungguhnya ia menangisi kekasihnya, Majnun yang hilang dan sudah lama
dirindukannya.

Selama bertahun-tahun, ia menampakkan wajah tenang, acuh tak acuh, dan hanya
sekali saja ia menangis. Kini, ia menangis keras dan lama atas perpisahannya
dengan kekasih satu-satunya. Ketika masa berkabung usai, Laila kembali ke rumah
ayahnya. Meskipun masih berusia muda, Laila tampak tua, dewasa, dan bijaksana,
yang jarang dijumpai pada diri wanita seusianya. Semen tara api cintanya makin
membara, kesehatan Laila justru memudar karena ia tidak lagi memperhatikan
dirinya sendiri. Ia tidak mau makan dan juga tidak tidur dengan baik selama
bermalam-malam.

Bagaimana ia bisa memperhatikan kesehatan dirinya kalau yang dipikirkannya
hanyalah Majnun semata? Laila sendiri tahu betul bahwa ia tidak akan sanggup
bertahan lama. Akhirnya, penyakit batuk parah yang mengganggunya selama beberapa
bulan pun menggerogoti kesehatannya. Ketika Laila meregang nyawa dan sekarat, ia
masih memikirkan Majnun. Ah, kalau saja ia bisa berjumpa dengannya sekali lagi
untuk terakhir kalinya! Ia hanya membuka matanya untuk memandangi pintu
kalau-kalau kekasihnya datang. Namun, ia sadar bahwa waktunya sudah habis dan ia
akan pergi tanpa berhasil mengucapkan salam perpisahan kepada Majnun. Pada suatu
malam di musim dingin, dengan matanya tetap menatap pintu, ia pun meninggal
dunia dengan tenang sambil bergumam, Majnun…Majnun. .Majnun.

Kabar tentang kematian Laila menyebar ke segala penjuru negeri dan, tak lama
kemudian, berita kematian Lailapun terdengar oleh Majnun. Mendengar kabar itu,
ia pun jatuh pingsan di tengah-tengah gurun sahara dan tetap tak sadarkan diri
selama beberapa hari. Ketika kembali sadar dan siuman, ia segera pergi menuju
desa Laila. Nyaris tidak sanggup berjalan lagi, ia menyeret tubuhnya di atas
tanah. Majnun bergerak terus tanpa henti hingga tiba di kuburan Laila di luar
kota . Ia berkabung dikuburannya selama beberapa hari.

Ketika tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya,
per1ahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan meninggal
dunia dengan tenang. Jasad Majnun tetap berada di atas kuburan Laila selama
setahun. Belum sampai setahun peringatan kematiannya ketika segenap sahabat dan
kerabat menziarahi kuburannya, mereka menemukan sesosok jasad terbujur di atas
kuburan Laila. Beberapa teman sekolahnya mengenali dan mengetahui bahwa itu
adalah jasad Majnun yang masih segar seolah baru mati kemarin. Ia pun dikubur di
samping Laila. Tubuh dua kekasih itu, yang kini bersatu dalam keabadian, kini
bersatu kembali.

Konon, tak lama sesudah itu, ada seorang Sufi bermimpi melihat Majnun hadir
di hadapan Tuhan. Allah swt membelai Majnun dengan penuh kasih sayang dan
mendudukkannya disisi-Nya.Lalu, Tuhan pun berkata kepada Majnun, “Tidakkah
engkau malu memanggil-manggil- Ku dengan nama Laila, sesudah engkau meminum
anggur Cinta-Ku?”

Sang Sufi pun bangun dalam keadaan gelisah. Jika Majnun diperlakukan dengan
sangat baik dan penuh kasih oleh Allah Subhana wa ta’alaa, ia pun
bertanya-tanya, lantas apa yang terjadi pada Laila yang malang ? Begitu pikiran
ini terlintas dalam benaknya, Allah swt pun mengilhamkan jawaban kepadanya,
“Kedudukan Laila jauh lebih tinggi, sebab ia menyembunyikan segenap rahasia
Cinta dalam dirinya sendiri.”

Wa min Allah at Tawfiq

Diambil dari Negeri Sufi ( Tales from The Land of Sufis )

Tentang Penulis Laila Majnun, Syaikh Sufi Mawlana Hakim Nizhami qs :

Syaikh Hakim Nizhami qs merupakan penulis sufi terkemuka diabad pertengahan
karena dua roman cinta yang menyayat hati, yaitu Laila & Majnun serta Khusrau &
Syirin. Kisah sedih Laila & Majnun , dimana Majnun yang berarti “Tergila-gila
akan Cinta”, karena cintanya yang tak sampai pada Laila, akhirnya membuatnya
gila. Kisah cinta ini dibaca selama berabad-abad, ratusan tahun jauh sebelum
Romeo & Julietnya Wiliam Shakespeare sehingga Kisah Laila & Majnun terkenal
sebagai kisah cintanya Persia .

Syaikh Nizhami qs adalah seorang Syaikh Sufi, dan yang dimaksud “kekasih”
dalam berbagai kisahnya sesungguhnya adalah perwujudan Allah swt. Syaikh
Nizhami hidup dari tahun 1155 M – 1223 M, beliau lahir dikota Ganje di
Azerbaijan. Ia telah menempuh jalan sufi semenjak masa mudanya, dan ia diajar
oleh Nabi Khidir as, Sang Pembimbing Misterius dan ia dilindungi 99 Nama Allah
Yang Maha Indah ( Asmaul Husna).

Syaikh Nizhami qs sangat menguasai berbagai macam ilmu, seperti matematika,
filsafat, Hukum Islam, dan kedokteran. Banyak karyanya merupakan pelajaran
tersembunyi bagi pemeluk tariqah sufi dan penempuh jalan spiritual. Karya Syaikh
Nizhami qs terkenal karena bahasanya yang halus. Karya Laila dan Majnun
sebenarnya berbentuk sajak berirama sebanyak 4500 syair sajak, yang dikenal
dengan sebutan Matsnawi. Sebagaimana lazimnya terjadi pada para Syaikh Sufi,
yang tertinggal dari Syaikh Nizhami qs adalah ajaran-ajaran sufi yang sangat
tinggi.

Thursday, October 23, 2008

i dun love eu



I DoN’t LovE YoU (mCr)


Well when you go
So never think I’ll make you try to stay
And maybe when you get back
I’ll be off to find another way

And after all this time that you still owe
You’re still the good-for-nothing I don’t know
So take your gloves and get out
Better get out
While you can

When you go
Would you even turn to say “Hey”
I don’t love you
Like I did
Yesterday


Sometimes I cry so hard from pleading
So sick and sad of all the needless beating
But baby when they knock you
Down and out
It’s where you oughta stay

And after all the blood that you still owe
Another dollar’s just another blow
So fix your eyes and get up
Better get up
While you can

When you go
Would you even turn to say “Hey”
I don’t love you
Like I did
Yesterday

When you go
Would you have the guts to say
I don’t love you
Like I loved you
Yesterday


me me me


Long time ak gax nulis blog yh. .

Hha. .

Lgy focus ke fz ma fb cii. .

(:

Bnyak kjadian yg trjadi. .

Silih berganti. .

Muti yg ditwarind msuk xd ma xd sell. .

Tp ttp gax bole. .

Dan formasi qta ttp gni. .

Ekh ci livia mksa msk xd. .

Pdhal blm dstujuind. .

Dan gax bkal dstujuind. .

Ak th mulai xd dr klazt 8. .

Tp gax tau np. .

Ak ma xd th ap lgy ma xd Lydia kek uda knal lamaa beud. .

Xd uda mulai trkenal ne. .

Junior” pada tau XD GIRLZ. .

Bangga jga yh. .

Liekie yg ngilang entah kmn. .

She is my bestie in fz. .

Nemenin guwh tyap mlm. .

Dgrin curhatan guwh. . ngasih solusi yg trbaik. .

Come back to me dunx. .

Ktmu tmn” lama ak. .

Kek GEN , DIAH , FAHREZA , THEO

Hha. .

Ak kangend klian sangadh. .

Kka kka ak trcintah. .

Ka chicaq. . ka edda. . ka dHa’z. . ka cemcnay. .

Mrka baigg beud ma ak loh. .

Krn ak pgend beud pnya kka. .

Ak sayangs mreka kek kka kndung ak. .

Ada jg DERRY as tucker.lonely

Bru knal ci ma dia. .

Anq’a asik. . baig lgy. .

IANN as ian_petruci. .

Nm pnjang dia th ap yh??

Ak prnh nnya tp gax dksh twu. .

(x

Organ gax mau nglah ma ak. .

Nglah jga trpaksa. .

Tpy dia care beud ma ak. .

Moga dia gax cape yh ma ak. .

Sayangs iann (:

Muahh muahh. .

Sari , rossa , dami , ega , meli , n other. .

Yg brgabung dlm BIG FAMILY. .

Sari as chally itw chairmate ak. .

Dia very” smart loh. .

Sar bgi” dunx otak’a. .

(:

Rossa as febri. .

Tyap ktmu pzti ktwa” gaze. .

Bkind ak nangis. .

P malu d pinggir jaland. .

Hhahha. .

Guru” dskul. .

Pak petrus chanell haryana as PEPEN

Pak sartana as TOINK

Pa hari wibowo as JEKI

Pa suhartono as BONENG

Pa cecep as CEPI

Pa parlan as KI DAUS

Pa pifery as PECUND

Bu tres as BU TONG / TONGCIL

Bu cecilia as PURBA

Bu agustin as CIMENK

Bu rina as JANGE

Bu sri as PITAK / DORA

And other. .

Yg ngeselin’a mnta ampun. .

Tp kdng ngangenin. .

[ aga ragu ne ngmngna . hha ]

Many ppl say to me. .

Dan ak jga bnyak dger dr org. .

Masa skulah th masa yg plng nyenengin. .

Masa iaa??

Ak coba buktiind deh klo ntar ak uda lulus nnti. .

Guru , tmn , knalan ak nnya cita” ak th ap. .

Tp ak bgung mo jwb ap. .

Cz ak blm nentuind. .

Mikir ajj blm smpe snah. .

Hha. .

Pgen th IT. . klo gax bahasa. .

Papi prnh blng. .

di mending km ntar bljr bahasa ajj , soal’a jaman skrng perlu beud bahasa ingg ma mandarin

Jd mungkin itu slah stu keinginan ak. .

Tp yg pzti I want to be a success person yg banggain ortu ak. .

Dan berguna bg syp ajj. . bukand nyusahind. .

Klo love story ak ci. .

Ak brharap bisa langgeng. .

(:

ap kmuu tau ?? ap yang aku takutin dalam hidup ku ini.
aku paling takud untuk nerima kenyataan kalo aku harus kehilangan orang yang aku sayangin
aku paling gak sanggup untuk nerima itu smwa.
ak juga gak pernah nyesel,karna aku di berii waktu untuk sayang sama dia.aku malah seneng bgd bisa menyayangi dia dengan ketulusan hatiku ini . dia adlah sosok yang istimewa dalam hidupku ini.
setiap malem aku sllu berdoa , agar aku dapat mencintai dia lebih lama lagi.
karna aku sangat mengharapkan cintanya
.

………………..
…………………*………………...
...…………**…………..
..**……….*….*……..**
….*..*…..*…..*….*..*
……*…..*……….*.....*
……************……….
……..*..lovel…*
…..*..lovelovelo…*
…*..lovelovelove….*
..*.lovelovelovelove…*…………….*….*
.*..lovelovelovelovelo…*………*..lovel….*
*..lovelovelovelovelove…*….*…lovelovelo.*
*.. lovelovelovelovelove…*….*…lovelovelo.*
.*..lovelovelovelovelove…*..*…lovelovelo…*
..*…lovelovelovelovelove..*…lovelovelo…*
…*….lovelovelolovelovelovelovelovelo…*
…..*….lovelovelovelovelovelovelov…*
……..*….lovelovelovelovelovelo…*
………..*….lovelovelovelove…*
……………*…lovelovelo….*
………………*..lovelove…*








tomorrow


Tomorrow


And I wanna believe you,
When you tell me that it'll be ok,
yeah I try to believe you,
But I don't

When you say that it's gonna be,
It always turns out to be a different way,
I try to believe you,
Not today, today, today, today, today...

[Chorus:]

I don't know how I'll feel,
tomorrow, tomorrow
I don't know what to say,
tomorrow, tomorrow,
yeah, it's a different day,


tomorrow,

It's always been up to you,
It's turning around,
It's up to me,
I'm gonna do what I have to do,
just don't

Give me a little time,
Leave me alone a little while,
Maybe it's not too late,
not today, today, today, today, today...

[Chorus:]

I don't know how I'll feel,
tomorrow, tomorrow
I don't know what to say,
tomorrow, tomorrow,tomorrow
its a different day

Hey yeah yeah, hey yeah yeah, and I know I'm not ready,
Hey yeah yeah, hey yeah yeah, maybe tomorrow

Hey yeah yeah, hey yeah yeah, I'm not ready,
Hey yeah yeah, hey yeah yeah, maybe tomorrow

And I wanna believe you,
When you tell me that it'll be ok,
Yeah I try to believe you,
Not today, today, today, today, today...

Tomorrow... it may change [4x]

I love this song very much !

Just bcoz my BF sing that song for me with acoustic guitar. .

It’z so sweet. .

When I hear my BF voice. . I really happy. . I dunno why. .

R I weird?? But I dun care at all. .

Hahhaha. .

I love HIM. .

Love eu xo much darling. .

(:

Wew. .

It’z amazed me. .

Blm prnah ak kek gni. .

Pas ak kangend dia. . tyap jam. . ak dger lgu ini. .

Kerasa ada dia di hti ak. .

(:

Tdy jga dia blng gax bkal macem”. .

Ak percaya dia. . dia percaya ak. .

He is the best what I have

I love u xo much beibh

hanya satu yang ku inginkan
dalam hidup ini yaitu dirimu.
karna kau teramat berarti bagiku dan kau teramat berharga bagiku ku ingin sllu memiliki hatimu karna kau teramat istimewa bagiku





Friday, October 17, 2008

-

dreams are wasted
friends are lost
love is never found
your never around
time is always gone
everyones on the run
days go by fast
nothing ever last
the truth is something no one wants to hear
nothing is ever fair
when you change your face your hair your cloths
your thought will fallow after

nothing is ever washed away
your sin will always be there
it has infected you and the ones you love
so beware

a picture says 1000 words
but one glance can say much more
you catch ur self in the mirror
you meet eye to eye

you see all you dont want to
you see all you fear
you see the happiness
drifting away
day after day

it makes no sence to them
because you have it all
thats when you begin to fall

ily


klo cinta bisa mengukapkan segalanya ceritakan pha yg sebenary terjadi antara aq dan dia???

klo cinta bisa melihat segalanya tunjukan padaku pha yg terlihat dimata y...???

klo cinta bisa membaca segalanya jelaskan yg terlintas dipikiran nya???

klo cinta bisa merasakan segala y aq ingin mengis saat die sedih dan tertawa saat die bahagia tanpa die beritahu sebelum y..

klo cinta bisa menyetuh segalanya bawalah tangan ku untuk dapat meraba jiwanya...

klo cinta bisa melakukan segalanya bawalah satu bintang padaku dan semaikanlah ke jantungnya...

klo cinta bisa menyatakan segalanya katakan padanya bahwa aq "MENCINTAINYA"hanya diriNYA..

"CINTA...
pha tuch cinta katanya bica bikin org seneng n buat org menderita,hii...syerem!!!

"CINTA...
katanya sich bica dirasa sangat begitu maniez n juga bica terasa pahit..why not!!!

"CINTA...
sebuah kata yg memuakkan jika org g' bisa ngerasain maniez y...

itulah"CINTA terdiri 1 kata n 1000 lebih makna mungkin lebih,yang bikin org "BINGUNG"

"CINTA BUKANLAH SEGALANYA"
"CINTA MEMANG INDAH"
"TAPI TAKKAN SELAMANYA INDAH"

xd girlz

xd girlz

huahhh. .

bz bnyak beud mslah di xd girlz. .

akhirnya qta ngumpul jga. .

seru beud dagh. .

mulai dari kecapean jaland , dehidrasi , batre low bett , (:

byangin ajja. .

mulai dr tukang soto kita ke sma MW ke kelaz 8 wad nmenin sella latian dance ma lyad anak” latian basket ke humz ak ke kolam renang ke humz loki ke humz steven ke kolam renang lgy ke skulah truz ke humz steven biz itw pulang khumz msing”. .

xd girlz emank gokil abiz. .

hhahha. .

(x

member of xd girlz

anNcheLL ssi bagol strezz as xd anNcheLL

lydia ssi lalat sarap as xd LyDia

sella ssi cungkrink crazy as xd sell

loki ssi bango lemod as xd l0kie

kenny ssi kambing bau as xd kEnnY

love yew all

bbrapa vto qta pas ngumpul :













MY NAME


?? MY NAME ??

A is for Artistic

N is for Nerdy

N is for Nutty

A is for Astounding

B is for Bewildering

E is for Enchanting

L is for Likeable

L is for Loving

A is for Abstract

C is for Chipper

H is for Handy

E is for Earthy

L is for Luscious

L is for Loud

Y is for Young

I is for Important

N is for Naughty

E is for Edgy

C is for Classy

H is for Handy

R is for Radiant

I is for Ideal

S is for Sensual

T is for Tasty

A is for Altruistic

B is for Bubbly

E is for Earthy

L is for Lovable

L is for Legendary

C is for Chic

Y is for Young

R is for Refined

E is for Explosive

N is for Nice

E is for Energetic

C is for Confused

I is for Inspirational

N is for Neat

D is for Deep

Y is for Yummy

A is for Active

N is for Naive

J is for Joyful

A is for Active

N is for Naughty

I is for Intelligent

T is for Tasty

A is for Arty

R is for Revolutionary

M is for Marvelous

I is for Influential

D is for Dramatic

I is for Ideal

Friday, August 22, 2008

gaze akh

Pada suatu hari yg indah dan cerah , ada dua org bego , tolol , bodoh , bolot dan CUPU . Yang satu nma’a curut muda bahagia , yang satu lgi nm’a bagol strezz . . .

Curut ; hey dude ! Do u want 2 study English now??

Bagol : I beg ur pardon??

Curut : I’m sorry , I didn’t catch the last word . .

Bagol : say that again , please .

Curut : what ??

Bagol : would u repeat what u said??

Curut : mmm??

Bagol : pardon me??

Curut : I’m sorry , I didn’t hear u .

Bagol : sorry , what did u say??

Curut : sorry??

Bagol : pardon??

Curut :excuse me??

Dan begitu seterusnya. . .

*note : ini bnar” trjadi antara ak dn sari pas mau ulangan bhs ingg. . ((:

Wednesday, August 13, 2008

when

WHEN SHE ACTS SHY -SAY I LOVE YOU

WHEN SHE RUNS AWAY FROM YOU- CHASE HER

WHEN SHE PUTS HER FACE NEAR YOURS- KISS HER

WHEN SHE KICKS & PUNCHES- HOLD HER TIGHT

WHEN SHE IS SILENT- SHES THINKIN OF HOW TO SAY I LOVE YOU

WHEN SHE IGNORES YOU- SHE WANTS ALL YOUR ATTENTION!

WHEN SHE SAYS YOU ARE CRAZY/WEIRD<-SHE IS REALLY CRAZY ABOUT YOU

WHEN SHE PULLS AWAY- GRAB HER BY THE WAIST AND NEVER LET GO

WHEN YOU SEE HER AT HER WORST- TELL HER SHES BEAUTIFUL

WHEN SHE SCREAMS AT YOU-TELL HER YOU LOVE HER BUT MEAN IT

WHEN YOU SEE HER WALKING-SNEAK UP BEHIND HER, GRAB HER BY THE WAIST, AND GIVE HER A KISS

WHEN SHES SCARED-HOLD HER AND TELL HER EVERYTHING WILL BE OK CAUSE SHES WITH YOU

WHEN SHE LOOKS LIKE SOMETHINGS THE MATTER-KISS HER AND TELL HER NOT TO WORRY


WHILE SHE HOLDS YOUR HAND- PLAY WITH HER FINGERS


Pas pertama” ak lyad neh kta”. .

Hmmm. .

Bner jga. . anday ada cwo kya gtw. .

UUD

UUD NEGARA REPUBLIK INDONESIA TH 2008

Bahwa sesungguhnya cinta pertama itu adalah hak semua manusia . Dan oleh sebab itu maka cinta pertama di seluruh dunia boleh dijadikan kenangan karna sangat sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan .

Perjuangan dan pergerakkan cinta pertama , telah sampailah pada saat yg berbahagiadengan selamat sentosa mengantarkan seluruh umat manusia ke depan pintu gerbang cinta pertama yang tak pernah mati , bersatu , berdaulat adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhursupaya berkehidupan cinta pertama yang bebas , maka seluruh umat manusia dengan ini menyatakan cinta pertamanya .

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu cerita cinta pertama yang melindungi sengenap tokoh cerita dan seluruh tumpah darah pelakunya dan untuk memajukan kesejahteraan keluarganya secara umum , mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial , maka disusunlah sebuah cerita cinta pertama dengan berdasarkan 5 prinsip yaitu ; cinta pertama tak pernah mati , cinta pertama bisa saja mati , cinta pertama bisa setengah mati , cinta pertama bisa mati suri , dan yang kelima cinta pertama bisa hidup enggan mati tak mau .

Semua orang memiliki kisah cinta pertamanya sendiri – sendiri ! Kata orang , cinta pertama tak pernah mati . Ada jga yg mengatakan cinta pertama adalah cinta yang paling indah . Benarkah cinta pertama tak pernah mati ? Apakah cinta pertama hanya mitos atau hanya sebuah pemanis hidup ?

sweet

Girl: Do i ever cross your mind ?

Boy: No .

Girl: Do you like me?

Boy: Not really .

Girl: Do you want me ?

Boy: No .

Girl: Would you cry if I left ?

Boy : No .

Girl: Would you live for me ?

Boy: No .

Girl: Would you do anything for me ?

Boy: No .

Girl: Choose me or ur life

Boy: My life .

The girl runs away in shock and pain and the boy runs after her and says . .

The reason you never cross my mind is,, because you're always on my mind .

The reason why I don't like you is,, because I love you .

The reason I don't want you is,, because I need you .

The reason I wouldn't cry if you left is,, because I would die if you left .

The reason I wouldn't live for you is,, because I would die for you .

The reason why I'm not willing to do anything for you is because,, I would do everything for you .

The reason I chose my life is because,, you are my life .